Jumat, 29 Mei 2020

Tumbuhan Monokotil
Nama spesies : Curucuma longa (L.)
Nama lokal : Kunir atau temukuning (Jawa), kunyet (Aceh)
Deskripsi:
Curcuma longa atau kunyit termasuk ke dalam genus Curcuma, genus ini mempunyai karakteristik yang umumnya bersifat perrenial. Pada umumnya Curcuma longa (L.) akan tumbuh membentuk terna yang akan berukuran hingga 1 meter, dengan lebar secara merumpun kurang lebih sekitar 24 cm.  Berdasarkan mofologinya Curcuma longa dapat dibedakan atas bagian akar berupa rimpang, batang, daun, bunga, buah, dan bijinya. Bagian batang pada kunyit secara umum mempunyai batang semu yang akan terdiri atas bagian kelopak atau pelepah daun yang saling menutupi atau berpalutan. Batang kunyit mempunyai tinggi batang sekitar 0,75 m hingga 1 m. Batang pada kunyit mempunyai karakter basah, hal ini dikarenakan tumbuhan kunyit dapat menyimpan air secara baik, selain itu karakter batang kunyit lainnya yaitu batangnya berbentuk bulat dengan warna hijau sedikit keunguan. Daun kunyit secara umum mempunyai panjang sekitar 31-84 cm, sedangkan lebarnya antara 10 cm hingga 18 cm. Berdasarkan morfologinya daun kunyit mempunyai bentuk menyerupai bulat telur yang memanjang serta permukaan daunnya sedikit kasar. Curcuma longa mempunyai pertulangan daun yang rata dengan ujung meruncing yang tampak seperti ekor. Pigmentasi pada permukaan daun yaitu berwarna hijau muda. Secara umum tanaman kunyit berjumlah 6-10 helai daun. Curcuma longa pada bagian daun terdiri atas bagian pelepah daun, ganggang daun, dan helai daun. Dedaunan tanaman kunyit berbentuk secara berselang-seling mengikuti bagian kelopaknya.  Rimpang pada tumbuhan kunyit tampak memperlihatkan pertumbuhan akar yang jelas. Tipe perakaran pada Curcuma longa berupa akar serabut dengan dilengkapi rimpang utama yang lebih banyak jumlahnya dibandingkan rimpang samping.  Rimpang kunyit terbagi atas ripang utama dan rimpang samping, rimpang tersebut berbetuk bulat panjang yang bercabang-cabang. Cabang-cabang rimpang pada kunyit biasanya akan membnetuk suatu rumpun. Bagian rimpang utama biasanya akan ditumuhi oleh tunas yang mengarah ke bagian samping, mendatar atau melengkung. Pertumbuhan rimpang berasal dari umbi utama yang mempunyai bentuk bulat panjang, berukuran pendek, tampak tebal, melengkung dan lurus. Permukaan kulit pada rimpang umumnya berwarna jingga agak kecoklatan atau kuning terang hingga kuning kehitaman. Sedangkan bagian daging pada rimpang akan tampak berwarna jingga kekuningan dengan bau khas yang tercium sedikit pahit dan pedas. Bunga kunyit secara morfologi yaitu mempunyai bentuk kerucut yang meruncing serta berwarna putih atau kuning muda dengan bagian permukaan pangkalnya berwarna putih. Bagian bunga ini berasal dari ujung batang semu yang akan mekar secara bersamaan. Pelindung bunga berupa daun pelindung yang tampak berwarna putih. Pada setiap bagian kelopak bunga terdiri atas tiga lembar kelopak bunga, tiga lembar tajuk bunga, serta empat helai benang sari. Keempat helai benang sari mempunyai dua fungsi yang berbeda. Tiga helai benang sari akan berubah menjadi helai mahkota bunga, sedangkan salah satu helai benang sari berfungsi sebagai alat pembiakan seperti pada umumnya. Perbungaan pada Curcuma longa bersifat majemuk. Bagian tangkai bunga dilengkapi oleh rambut dan sisik, panjang tangkai bunga sekitar 16-40 cm.  Buah dan biji kunyit mempunyai bentuk bulat yang memanjang atau elips. Permukaan buah kunyit tampak berwarna merah.






 







                                                                                                                        

 










Gambar 1. Kunyit (Curcuma longa) (a) habitus, (b) tangkai daun, (c) akar,
(d)  rimpang (e) daging rimpang (f) daun

Habitat dan distribusi:
Kunyit atau Curcuma longa biasanya akan ditemukan pada kawasan daerah tropika ataupun sub tropika. Kunyit dapat hidup saat kondisi iklim pada suhu udara dengan rentan antara 19 hingga 30oC, dengan curah hujan diantara 1.500 hingga 4.000 mm pertahun. Secara umum tanaman kunyit dapat hidup diberbagai jenis tanah, namun tanaman ini sangat cocok ditanam pada jenis tanah lempung berpasir yang gembur, subur, serta mempunyai pengairan yang baik. Curcuma longa atau kunyit adalah tanaman yang berasal dari Asia Tenggara. Tanaman kunyit ini terdistribusi di daerah semenanjung Melayu, Cina, kepulauan Solomon, Haiti, India, pakistan Taiwan, dan Jamaika. Di Indonesia, tanaman kunyit telah terdistribusi ke seluruh wilayah, maka dari itu setiap daerah mempunyai sebutan nama yang berbeda-beda.

Kegunaan/Peran:
Tanaman kunyit yang dapat dimanfaatkan biasanya adalah bagian rimpang dan daunnya. Bagian rimpang dipercaya dapat digunakan sebagai obat serbaguna karena mengandung minyak atsiri, minyak lemak dan senyawa kurkuminoid. Kandungan dari kunyit ini dapat memberikan sebagai efek anti perdangan, anti virus, anti bakteri, antioksidan, dan lain sebagainya. Rimpang dari kunyit juga dapat dimanfaatkan sebagai pelengkap bumbu dalam masakan, pewarna makanan serta pewarna dalam industri tekstil. Daun kunyit biasanya juga dapat digunakan sebagai penambah aroma dalam makanan serta penghilang bau anyir dalam makanan tertentu.  

Klasifikasi (ITIS,2010):
Kingdom         : Plantae
Divisi               : Spermatophyta
Sub divisi        : Angiospermae
Kelas               : Monpcotyledonae
Ordo                : Zingiberales
Famili              : Zingiberaceae
Genus              : Curcuma
Spesies            : Curcuma longa (L.)
Referensi

 

Said , A. (2007). Khasiat & Manfaat Kunyit . Jakarta: PT. Sinar Wadja Lestari.
Simanjuntak, P. (2012). Studi Kimia dan Farmakologi Tanaman Kunyit (Curcuma longa) sebagai tumbuhan Obat serbaguna . Agrium, 17 (2). 103-107.
Trimanto, Dwiyanti, D., & Indriyani, S. (2008 ). Morfologi, Anatomi, dan Uji Histokimia Rimpang Curcuma aeruginosaRoxb: Curcuma longa (L.)dan Curcuma heyneanaValeton dan Zijp. Jurnal Ilmu-ilmu Hayati, 17 (2).123-133.


ITIS,2010. Curcuma longa (L.)









Tumbuhan Dikotil
Nama spesies: Apium graveolens (L.)
Nama lokal : Seledri atau Seladri(Jawa)
Deskripsi:
Apium graveolens termasuk tanaman herba yang mempunyai batang beruas, bercabang dan tegak. Seledri atau Apium graveolens termasuk ke dalam famili Apiaceae yang digolongkan dalam tumbuhan tahunan (annual) berupa rumput atau semak. Berdasarkan mofologinya Apium graveolens dapat dibedakan atas bagian akar, batang, daun, bunga, buah, dan bijinya.  Sitem perakaran pada seledri yaitu berupa akar tunggang yang mempunyai akar serabut yang tampak menyebar ke bagian samping kurang lebih sekitar 5-9 cm dari bagian pangkal batangnya. Berdasarkan morfologi bentuk batang seledri yaitu persegi, disepanjang batangnya tampak beralur dan berstekstur lunak atau tidak berkayu. Percabangan pada bagian batangnya terlihat banyak. Selain itu batang seledri biasanya akan berukuran pendek karena bagian daunnya akan berkumpul dari yang berwarna hijau saat muda dan akan berubah menjadi warna cokelat muda setelah tua. Daun seledri berbentuk menjari yang melebar dari bagian dasar serta melekukuk-lekuk secara tidak teratur. Daun seledri dilengkapi oleh tangkai daun yang panjang, dengan tipe daun berupa daun majemuk yang terdiri atas tiga hingga delapan helai anak daun. Daun seledri mempunyai warna hijau muda  sampai hijau tua dengan ukuran  panjang sekitar 2 hingga 7,5 cm dan lebar 2 hingga 5 cm. Permukaan daun seledri tampak mengilap.Bagian bunga seledri berwarna putih kekuning-kuningan yang tersusun dalam bongkol dengan tangkai panjang. Bunga betina pada seledri termasuk bunga majemuk yang mempunyai bentuk menyerupai payung. Jumlah bunganya terdiri atas 8 hingga 12 buah dan akan muncul di bagian pucuk tanaman yang telah tua.  Panjang buahnya berukuran  3mm dan tampak keras. Buah berbentuk bulat kecil, saat muda akan terlihat berwarna hijau dan saat tua akan berubah menjadi warna cokelat muda.


 



















Gambar 1. Seledri (Apium graveolens) (a) habitus, (b) akar, (c) batang,
(d) daun


Habitat dan distribusi
Apium graveolens (L.) atau seledri dapat hidup di dataran rendah atau dataran tinggi. Biasanya tanaman seledri dapat hidup subur pada jenis tanah yang mengandung humus, gembur dan cukup mengandung garan dan mineral. Seledri berasal dari daratan Asia, selanjutnya terdstribusi menjuju daratan cina, India, Asia tengah, Timur dekat, Mediterania, Meksiko selatan, Amerika tengah dan Amerika selatan.
Kegunan/Peran
Bagian tanaman yang dapat digunakan yaitu daun dan batangnya. Biasanya akan dimanfaatkan sebagai bahan pelengkap pada masakan. Selain itu dari kandungan yang terdapat pada seledri biasanya tanaman ini dapat dimanfaatkan sebagai obat rematik, darah tinggi, dan minuman bagi seseorang yang sulit tidur atau insomnia.

Klasifikasi (ITIS,2010):
Kingdom         : Plantae
Divisi               : Spermatophyta
Sub divisi        : Tracheophyta
Kelas               : Magnoliopsida
Ordo                : Apiales
Famili              : Apiaceae
Genus              : Apium
Spesies            : Apium graveolens (L.)
Referensi

Hidayat, S., & Napitulu, R. (2015). Kitab Tumbuhan Obat. Jakarta: Penebar Swadaya.
Rukmana, R. (1995). Bertanam Sledri. Yogyakarta: Kanisius.
Sunarjono, H., & Nurrohmah, F. (2018). Bertanam Sayuran dan Umbi . Jakarta: Penebar Swadaya.


ITIS, 2010. Apium gravolens (L.)










Tidak ada komentar:

Posting Komentar