Nama
spesies : Curucuma longa (L.)
|
||||||||||||||||||||||||||
Nama
lokal : Kunir atau temukuning (Jawa), kunyet (Aceh)
|
||||||||||||||||||||||||||
Deskripsi:
Curcuma longa atau kunyit termasuk ke dalam
genus Curcuma, genus ini mempunyai karakteristik yang umumnya bersifat
perrenial. Pada umumnya Curcuma longa
(L.) akan tumbuh membentuk terna yang akan berukuran hingga 1 meter, dengan
lebar secara merumpun kurang lebih sekitar 24 cm. Berdasarkan mofologinya Curcuma longa dapat dibedakan atas bagian akar berupa rimpang,
batang, daun, bunga, buah, dan bijinya. Bagian batang pada kunyit secara umum
mempunyai batang semu yang akan terdiri atas bagian kelopak atau pelepah daun
yang saling menutupi atau berpalutan. Batang kunyit mempunyai tinggi batang
sekitar 0,75 m hingga 1 m. Batang pada kunyit mempunyai karakter basah, hal
ini dikarenakan tumbuhan kunyit dapat menyimpan air secara baik, selain itu
karakter batang kunyit lainnya yaitu batangnya berbentuk bulat dengan warna
hijau sedikit keunguan. Daun kunyit secara umum mempunyai panjang sekitar
31-84 cm, sedangkan lebarnya antara 10 cm hingga 18 cm. Berdasarkan
morfologinya daun kunyit mempunyai bentuk menyerupai bulat telur yang
memanjang serta permukaan daunnya sedikit kasar. Curcuma longa mempunyai
pertulangan daun yang rata dengan ujung meruncing yang tampak seperti ekor.
Pigmentasi pada permukaan daun yaitu berwarna hijau muda. Secara umum tanaman
kunyit berjumlah 6-10 helai daun. Curcuma
longa pada bagian daun terdiri atas bagian pelepah daun, ganggang daun,
dan helai daun. Dedaunan tanaman kunyit berbentuk secara berselang-seling
mengikuti bagian kelopaknya. Rimpang
pada tumbuhan kunyit tampak memperlihatkan pertumbuhan akar yang jelas. Tipe
perakaran pada Curcuma longa berupa
akar serabut dengan dilengkapi rimpang utama yang lebih banyak jumlahnya
dibandingkan rimpang samping. Rimpang
kunyit terbagi atas ripang utama dan rimpang samping, rimpang tersebut
berbetuk bulat panjang yang bercabang-cabang. Cabang-cabang rimpang pada
kunyit biasanya akan membnetuk suatu rumpun. Bagian rimpang utama biasanya
akan ditumuhi oleh tunas yang mengarah ke bagian samping, mendatar atau
melengkung. Pertumbuhan rimpang berasal dari umbi utama yang mempunyai bentuk
bulat panjang, berukuran pendek, tampak tebal, melengkung dan lurus.
Permukaan kulit pada rimpang umumnya berwarna jingga agak kecoklatan atau
kuning terang hingga kuning kehitaman. Sedangkan bagian daging pada rimpang
akan tampak berwarna jingga kekuningan dengan bau khas yang tercium sedikit
pahit dan pedas. Bunga kunyit secara morfologi yaitu mempunyai bentuk kerucut
yang meruncing serta berwarna putih atau kuning muda dengan bagian permukaan
pangkalnya berwarna putih. Bagian bunga ini berasal dari ujung batang semu
yang akan mekar secara bersamaan. Pelindung bunga berupa daun pelindung yang
tampak berwarna putih. Pada setiap bagian kelopak bunga terdiri atas tiga
lembar kelopak bunga, tiga lembar tajuk bunga, serta empat helai benang sari.
Keempat helai benang sari mempunyai dua fungsi yang berbeda. Tiga helai
benang sari akan berubah menjadi helai mahkota bunga, sedangkan salah satu helai
benang sari berfungsi sebagai alat pembiakan seperti pada umumnya. Perbungaan
pada Curcuma longa bersifat majemuk. Bagian tangkai bunga dilengkapi oleh
rambut dan sisik, panjang tangkai bunga sekitar 16-40 cm. Buah dan biji kunyit mempunyai bentuk bulat
yang memanjang atau elips. Permukaan buah kunyit tampak berwarna merah.
|
||||||||||||||||||||||||||
Gambar 1. Kunyit (Curcuma longa) (a) habitus, (b) tangkai daun, (c) akar,
(d) rimpang (e) daging rimpang (f) daun
|
||||||||||||||||||||||||||
Habitat
dan distribusi:
Kunyit
atau Curcuma longa biasanya akan
ditemukan pada kawasan daerah tropika ataupun sub tropika. Kunyit dapat hidup
saat kondisi iklim pada suhu udara dengan rentan antara 19 hingga 30oC,
dengan curah hujan diantara 1.500 hingga 4.000 mm pertahun. Secara umum
tanaman kunyit dapat hidup diberbagai jenis tanah, namun tanaman ini sangat
cocok ditanam pada jenis tanah lempung berpasir yang gembur, subur, serta
mempunyai pengairan yang baik. Curcuma
longa atau kunyit adalah tanaman yang berasal dari Asia Tenggara. Tanaman
kunyit ini terdistribusi di daerah semenanjung Melayu, Cina, kepulauan
Solomon, Haiti, India, pakistan Taiwan, dan Jamaika. Di Indonesia, tanaman
kunyit telah terdistribusi ke seluruh wilayah, maka dari itu setiap daerah
mempunyai sebutan nama yang berbeda-beda.
|
||||||||||||||||||||||||||
Kegunaan/Peran:
Tanaman
kunyit yang dapat dimanfaatkan biasanya adalah bagian rimpang dan daunnya. Bagian
rimpang dipercaya dapat digunakan sebagai obat serbaguna karena mengandung
minyak atsiri, minyak lemak dan senyawa kurkuminoid. Kandungan dari kunyit
ini dapat memberikan sebagai efek anti perdangan, anti virus, anti bakteri,
antioksidan, dan lain sebagainya. Rimpang dari kunyit juga dapat dimanfaatkan
sebagai pelengkap bumbu dalam masakan, pewarna makanan serta pewarna dalam
industri tekstil. Daun kunyit biasanya juga dapat digunakan sebagai penambah
aroma dalam makanan serta penghilang bau anyir dalam makanan tertentu.
|
||||||||||||||||||||||||||
Klasifikasi
(ITIS,2010):
Kingdom
: Plantae
Divisi : Spermatophyta
Sub
divisi : Angiospermae
Kelas : Monpcotyledonae
Ordo : Zingiberales
Famili : Zingiberaceae
Genus
: Curcuma
Spesies
: Curcuma longa (L.)
|
||||||||||||||||||||||||||
Referensi
Said
, A. (2007). Khasiat & Manfaat Kunyit . Jakarta: PT. Sinar Wadja
Lestari.
Simanjuntak, P. (2012). Studi Kimia dan Farmakologi
Tanaman Kunyit (Curcuma longa) sebagai tumbuhan Obat serbaguna . Agrium,
17 (2). 103-107.
Trimanto, Dwiyanti, D., & Indriyani, S. (2008 ).
Morfologi, Anatomi, dan Uji Histokimia Rimpang Curcuma aeruginosaRoxb:
Curcuma longa (L.)dan Curcuma heyneanaValeton dan Zijp. Jurnal Ilmu-ilmu
Hayati, 17 (2).123-133.
ITIS,2010.
Curcuma longa (L.)
|
Nama
spesies: Apium graveolens (L.)
|
||||||||||||||||||
Nama
lokal : Seledri atau Seladri(Jawa)
|
||||||||||||||||||
Deskripsi:
Apium
graveolens
termasuk tanaman herba yang mempunyai batang beruas, bercabang dan tegak. Seledri
atau Apium graveolens termasuk ke
dalam famili Apiaceae yang digolongkan dalam tumbuhan tahunan (annual) berupa
rumput atau semak. Berdasarkan mofologinya Apium graveolens dapat dibedakan atas bagian akar, batang, daun,
bunga, buah, dan bijinya. Sitem perakaran
pada seledri yaitu berupa akar tunggang yang mempunyai akar serabut yang
tampak menyebar ke bagian samping kurang lebih sekitar 5-9 cm dari bagian
pangkal batangnya. Berdasarkan morfologi bentuk batang seledri yaitu persegi,
disepanjang batangnya tampak beralur dan berstekstur lunak atau tidak
berkayu. Percabangan pada bagian batangnya terlihat banyak. Selain itu batang
seledri biasanya akan berukuran pendek karena bagian daunnya akan berkumpul
dari yang berwarna hijau saat muda dan akan berubah menjadi warna cokelat
muda setelah tua. Daun seledri berbentuk menjari yang melebar dari bagian
dasar serta melekukuk-lekuk secara tidak teratur. Daun seledri dilengkapi
oleh tangkai daun yang panjang, dengan tipe daun berupa daun majemuk yang
terdiri atas tiga hingga delapan helai anak daun. Daun seledri mempunyai
warna hijau muda sampai hijau tua
dengan ukuran panjang sekitar 2 hingga
7,5 cm dan lebar 2 hingga 5 cm. Permukaan daun seledri tampak mengilap.Bagian
bunga seledri berwarna putih kekuning-kuningan yang tersusun dalam bongkol
dengan tangkai panjang. Bunga betina pada seledri termasuk bunga majemuk yang
mempunyai bentuk menyerupai payung. Jumlah bunganya terdiri atas 8 hingga 12
buah dan akan muncul di bagian pucuk tanaman yang telah tua. Panjang buahnya berukuran 3mm dan tampak keras. Buah berbentuk bulat
kecil, saat muda akan terlihat berwarna hijau dan saat tua akan berubah
menjadi warna cokelat muda.
|
||||||||||||||||||
Gambar 1. Seledri (Apium graveolens) (a) habitus, (b)
akar, (c) batang,
(d) daun
|
||||||||||||||||||
Habitat
dan distribusi
Apium
graveolens
(L.) atau seledri dapat hidup di dataran rendah atau dataran tinggi. Biasanya
tanaman seledri dapat hidup subur pada jenis tanah yang mengandung humus,
gembur dan cukup mengandung garan dan mineral. Seledri berasal dari daratan
Asia, selanjutnya terdstribusi menjuju daratan cina, India, Asia tengah,
Timur dekat, Mediterania, Meksiko selatan, Amerika tengah dan Amerika
selatan.
|
||||||||||||||||||
Kegunan/Peran
Bagian
tanaman yang dapat digunakan yaitu daun dan batangnya. Biasanya akan
dimanfaatkan sebagai bahan pelengkap pada masakan. Selain itu dari kandungan
yang terdapat pada seledri biasanya tanaman ini dapat dimanfaatkan sebagai
obat rematik, darah tinggi, dan minuman bagi seseorang yang sulit tidur atau
insomnia.
|
||||||||||||||||||
Klasifikasi
(ITIS,2010):
Kingdom
: Plantae
Divisi : Spermatophyta
Sub
divisi : Tracheophyta
Kelas : Magnoliopsida
Ordo : Apiales
Famili : Apiaceae
Genus
: Apium
Spesies
: Apium graveolens (L.)
|
||||||||||||||||||
Referensi
Hidayat,
S., & Napitulu, R. (2015). Kitab Tumbuhan Obat. Jakarta: Penebar
Swadaya.
Rukmana, R. (1995). Bertanam
Sledri. Yogyakarta: Kanisius.
Sunarjono, H., &
Nurrohmah, F. (2018). Bertanam Sayuran dan Umbi . Jakarta: Penebar
Swadaya.
ITIS, 2010. Apium gravolens (L.)
|
||||||||||||||||||









